Etika Komunikasi dan Kepemimpinan
Nama: Mita Wahyu Astami
NIM: 2209116017
Kelompok: 7 (Agoda)
Etika Komunikasi dan Kepemimpinan
---Etika
Komunikasi---
A. Prinsip
Dasar Berbicara di Depan Umum
Bahasa
memiliki fungsi, yaitu mendengar, memahami, berbicara, menulis, membaca.
(Ferdinand De Saussure – Semiologi).
B. Strukturalisme
Secara
singkat, strukturalisme merupakan masyarakat dari suatu budaya memiliki suatu
struktur yang sama. Sebagai contoh, manusia itu sangat dipengaruhi oleh
sekitarnya. Selain itu, keinginan, cita-cita, merupakan struktur dari diri
sendiri dalam mengarahkan perilaku. Dan manusia bukan subjek.
C. Public
Speaking
Public
speaking secara umum adalah persiapan seseorang untuk menyampaikan pendapat
kepada sekelompok orang yang mendengarkannya tanpa mengganggu aliran ide (Clella
Jaffe = Public Speaking, Concepts and Skills for a Diverse Society). Sedangkan,
menurut David Zarefsky public speaking merupakan proses komunikasi
berkelanjutan dimana pesan yang disampaikan saling berkelanjutan antara pembicara
dan para pendengarnya.
D. Lasswell’s
Communication
Dalam
model komunikasi lasswell, terdapat 5 elemen model komunikasi yaitu who,
(says) what, (in which) channel, (to)b whom, (with what) effect.
Who
ini merujuk pada komunikator atau sumber yang
mengirimkan pesan. (says) what merujuk pada isi pesan. (in
which) Channel merujuk pada media atau saluran yang digunakan untuk
mengirimkan pesan. (to) whom merujuk pada penerima pesan. Dan
yang terakhir (with what) effects merujuk pada efek media yang
ditimbulkan.
E. Segitiga
Retorika
Segitiga
retorika adalah metode yang sangat berguna untuk menyusun kalimat-kalimat yang
tepat dalam penerapan prinsip persuasi. Teori ini berasal dari zaman Yunani Kuno
dan dikemukakan oleh Aristoteles. Segitiga retorika terdiri dari logos (logis,
alasan, bukti), ethos (kredibilitas/kepercayaan), dan pathos (emosi/isi).
Logos
berisikan struktur berbicara, referensi, dan perbandingan atau analogi. Ethos
berisikan personal branding, keyakinan sumber, dan kredibiltas. Sedangkan
pathos berisikan cerita, kutipan interpersonal, dan jiwa Bahasa.
---Kepemimpinan---
A. How
To Be Leader
“Tidak
ada orang yang akan menjadi pemimpin hebat yang ingin melakukan semuanya
sendiri, atau mendapatkan semua pujian karena melakukannya.” - Andrew Carnegie.
Adapun
cara menjadi pemimpin adalah memiliki kriteria sebagai berikut.
·
Karakter dan integritas:
harus memiliki karakter yang kuat dan berbeda dari kebanyakan orang.
·
Memiliki visi misi:
mempunyai visi yang jelas dan misi yang bisa dijalankan oleh anggotanya
·
Rendah hati.
B. Kenapa
Harus Ada Pemimpin
Kenapa
sih harus ada pemimpin? Why Not? Tentunya, tanpa adanya pemimpin semua
orang hanya akan egois dengan pemikiran mereka masing-masing dan tidak mau terkait
orang lain. Pemimpin juga dapat dikatakan sebagai penentu arah, pemimpin akan
menjadi seorang pemegang kemudi dan penentu arah kapal untuk berlabuh ke pulau
yang dituju. Pemimpin sebagai pelihat dan perasa, pemimpin harus menjadi orang
yang mau dan harus memperhatikan, merasakan apa yang terjadi kepada anggotanya.
C. Pemimpin
Buruk
Adapun
beberapa ciri pemimpin yang buruk adalah sebagai berikut.
·
Otoriter, sikap pemimpin
yang dominan dan bertendensi negatif
·
Lambat mengambil
keputusan, tidak harus terlalu cepat karena perlu dipertimbangkan. Namun,
jangan juga terlalu lambat dan plin-plan.
·
Pilih kasih, menilai
melalui sikap daripada tindakan.
“Jadilah
serigala dalam memimpin, singa memang seorang raja hutan tapi serigala bukanlah
hewan yang ada di dalam sirkus.” – nan.
Komentar
Posting Komentar