Etika Komunikasi dan Kepemimpinan
Nama: Dinda Nur Aini
Nim: 2209116023
Kelompok: 7 (Agoda)
Etika Komunikasi dan Kepemimpinan
Sabtu, 10 September 2022, telah dilaksanakan upgrading minggu ketiga. Materi hari ini membahas tentang Etika Komunikasi dan Kepemimpinan. Artikel ini akan memberikan rangkuman tentang materi yang telah dibahas pada kegiatan upgrading hari ini.
“Without language, thought is a vague, uncharted nebula.”
-Ferdinand de Saussure
Materi pertama tentang etika komunikasi disampaikan oleh bang Ahmad Zaki I. G.
Spesifikasi subjek pembahasan
Pemahaman dan penguasaan ilmu komunikasi sangat membantu dalam setiap kegiatan komunikasi. Komunikasi sebagai kebutuhan, mau tidak mau hidup ini butuh komunikasi, tidak ada kehidupan tanpa komunikasi. Teori komunikasi menjadi muara problem solver pada semua aspek kehidupan.
Dalam definisi Saussure, semiologi(ilmu bahasa) merupakan sebuah ilmu yang mengkaji kehidupan tanda-tanda di tengah masyarakat dan, dengan demikian, menjadi bagian dari disiplin psikologi sosial.
Strukturalisme
Masyarakat dari suatu budaya memiliki suatu struktur yang sama.
Public Speaking
Pengertian
public speaking merupakan bentuk komunikasi berkelanjutan, lewat pesan maupun lewat lambang dengan cara interaksi dengan pembicara dan audience.
Fungsi public speaking
1.Meningkatkan Kepercayaan Diri
Public speaking akan membantu meningkatkan rasa kepercayaan diri. Di mana, rasa percaya diri yang prima tidak hanya diperlukan untuk berbicara di depan khalayak umum. Rasa percaya diri juga sangat diperlukan ketika Anda sedang berbicara dengan satu orang saja.
2.Menumbuhkan Leadership
Kemampuan ini membantu untuk mengayomi bawahanmu. Hal tersebut tentu perlahan-lahan akan menumbuhkan sifat leadership dalam diri seseorang.
3.Menyampaikan Ide atau Pendapat dengan Lancar
Mengutip Skills You Need, berbicara di depan umum adalah salah satu cara terbaik untuk menyampaikan ide atau pendapat.
Model Komunikasi Lasswell
Dalam model komunikasi Lasswell, terdapat 5 (lima) elemen komunikasi yang juga dapat digunakan sebagai alat untuk melakukan evaluasi terhadap proses komunikasi dan evaluasi terhadap masing-masing elemen komunikasi. Kelima elemen tersebut adalah sebagai berikut :
1. Who, merujuk pada komunikator atau sumber yang mengirimkan pesan.
Menurut Lasswell, dalam setiap bentuk komunikasi selalu ada seseorang atau sesuatu yang memainkan peran dalam melakukan komunikasi. Para ahli komunikasi sepakat bahwa yang dimaksud dengan komunikator adalah source/transmitter/sender atau pengirim pesan.
2. (Says) What, merujuk pada isi pesan.
Elemen kedua dalam model komunikasi Lasswell adalah elemen (Says) What yang merujuk pada isi pesan. Terkait dengan studi media, maka elemen (Says) What dapat dikaji melalui content analysis atau analisis isi. Yang dimaksud dengan analisis isi atau content analysis adalah penelitian terhadap isi pesan dan biasanya diterapkan melalui pertanyaan-pertanyaan yang bersifat representasi.
3. (In Which) Channel, merujuk pada media atau saluran yang digunakan untuk mengirimkan pesan
Kemudian, elemen ketiga dalam model komunikasi Lasswell adalah elemen (In Which) Channel yang merujuk pada pemilihan dan penggunaan media dalam proses pengiriman pesan. Terkait dengan studi media, penelitian yang menitikberatkan pada media massa seperti radio dan lain-lain dinamakan analisis media atau media analysis.
4. (To) Whom, merujuk pada penerima pesan.
Elemen keempat yang tak kalah penting dalam model komunikasi Lasswell adalah elemen (To) Whom atau siapa yang menjadi penerima pesan. Dalam tataran kajian media, studi yang menekankan pada penerima pesan atau khalayak disebut dengan audience analysis atau analisis khalayak.
5. (With What) Effects, merujuk pada efek media yang ditimbulkan.
Elemen terakhir dalam model komunikasi Lasswell adalah elemen (With What) Effects, yaitu efek yang ditimbulkan dari komunikasi yang dilakukan. Kajian terhadap elemen efek media disebut dengan analisis efek atau effect analysis. Kita melakukan komunikasi karena ada tujuan yang ingin dicapai.
Segitiga Retorika
ETHOS
Ethos adalah komponen di dalam argumen yang menegakkan kepercayaan pendengar terhadap kompetensi sang pembicara.
Ada tiga kategori ethos yaitu
Phronesis atau kemampuan dan kebijaksanaan yang berarti kepakaran dan kecedasan sang pembicara.
Arete atau kebaikan dan kehebatan sang pembicara yang dinilai sebagai kredibilitas serta reputasinya.
Eunoia atau niat baik komunikator kepada audiens-nya.
LOGOS
Logos adalah isi dari argumen yang menarik dari sisi logika. Data-data yang disajikan harusah akurat dan tidak membingungkan.
PATHOS
Pathos adalah sisi daya tarik emosional yang menyertai isi argumen dari sisi logos dan kompetensi komunikator dari sisi ethos.
Selanjutnya, materi kepemimpinan yang disampaikan oleh Bang Arya Sudatra.
How to be a Leader
Ciri ciri pemimpin yang baik
1. Karakter dan integritas
2. Memiliki visi dan misi
3. Rendah hati
Kenapa harus ada pemimpin?
• Sebagai penentu arah
Tanpa adanya orang yang mengatur dan mengarahkan suatu organisasi niscaya organisasi tersebut tidak dapat mencapai tujuannya sesuai dengan visi dan misinya.
• Pemimpin memiliki tugas memberikan arahan ke mana organisasi akan dibawa.
• Sebagai pelihat dan perasa.
Ciri pemimpin yang buruk
• Otoritas
• Lambat mengambil keputusan
• Pilih kasih
Penutup
JADILAH SEPERTI SERIGALA DALAM MEMIMPIN, MESKI TIDAK SEGAGAH HARIMAU DAN SINGA, SETIDAKNYA DIA TIDAK PERNAH DIPERBUDAK DALAM SIRKUS DUNIA.
Komentar
Posting Komentar